PANTAI TAMBAK REJO BLITAR

WISATA DI BLITAR : Pantai Tambak Rejo

Blitar merupakan kota kecil yang terletak di bag. Selatan Jawa Timur. Berjarak sekitar 160 km. dari Surabaya. Rute yang biasa dilewati adalah Surabaya-Malang-Blitar atau Surabaya-Kediri-Blitar.

Wisata di Blitar cukup beragam, menarik dan menyimpan potensi yang besar, tak kalah dibanding dengan daerah-daerah lainnya. Meliputi wisata sejarah, wisata budaya, wisata religius, wisata kuliner dan wisata alam yang mempesona.

Seringkali kami (kel. Surabaya & kel. Kediri) dolan ke Blitar.
Ada adik kami (drh. Udin & drh Lina serta 2 balitanya) yang bermukim di Blitar. Jadi, kalo kami pengin wisata/jalan-jalan ke Blitar, langsung kontak adik. Adik selalu siap sedia menjadi guide dan rumahnya di Kademangan Blitar berubah jadi base camp kami.

Berikut catatan wisata kami, saat dolan di Blitar :

PANTAI TAMBAK REJO

Pantai Tambak Rejo terletak di desa Tambak Rejo, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar.

Rute menuju ke Pantai Tambak Rejo :
Ikuti jalan raya dari arah Kediri ke Blitar. Sampai di Blitar, setelah melewati jembatan besi yang besar dan kokoh (melintas di atas sungai Brantas), akan ditemui pertigaan, ambil belokan ke arah kiri. (Ada pos polisi di pojokan jalan). Ikuti terus jalan raya menuju ke arah Kec. Kademangan Blitar. Dari sini sudah banyak papan penunjuk jalan menuju ke Pantai Tambak Rejo.

Kami berangkat dari rumah Adik sekitar jam 08.00 pagi.
Perjalanan menuju pantai cukup menyenangkan dan menarik. Sudah banyak rambu-rambu penunjuk arah menuju Pantai Tambak Rejo, jadi tak perlu khawatir tersesat. Atau kalau ragu, bisa bertanya pada penduduk desa. Turunlah dari kendaraan, bertanya dengan sopan, arah jalan menuju Pantai Tambak Rejo. Mereka umumnya baik, ramah dan jujur.

Jalan menuju pantai melewati kawasan bukit-bukit yang gersang dan tandus, melewati kawasan hutan jati, jalan yang sempit menanjak dan belokan-belokan yang tajam. Harus ekstra hati-hati mengemudikan kendaraan.

Menjelang pantai, jalan menjadi berkelak-kelok melalui bukit-bukit kapur yang kering.
Lepas dari perbukitan kapur, tampaklah hamparan pantai dan putihnya ombak dari kejauhan. Wah, indah sekali.

Sampai juga kami di pintu gerbang pantai. Setelah membeli karcis masuk dan parkir kendaraan di tempat yang adem, kami segera memboyong perbekalan menuju ke pantai.

MENERJANG OMBAK DI PANTAI TAMBAK REJO

Kami memilih tempat istirahat dibalik tebing karang yang perkasa. Tempatnya teduh, pasir pantainya terasa lembut dan bersih, diiringi hembusan angin pantai yang terasa sejuk semilir membuai.
Tempat yang ideal buat menggelar tikar, meletakkan perbekalan, lantas bersantai menikmati pemandangan.

Hari ini cukup banyak wisatawan yang berkunjung ke pantai Tambak Rejo. Mereka asyik berjalan-jalan di sepanjang pantai menikmati pemandangan yang indah. Beberapa perahu nelayan tampak berlabuh di pantai, berayun-ayun mengikuti alunan ombak pagi hari.

Adin, Naufal dan oom-nya Anton, langsung berlari menuju pantai. Ceria sekali mereka bercanda. Berlarian menerjang ombak, tertawa keras saat tubuh mereka dihantam deburan ombak dan berguling-guling di pasir pantai yang lembut dan basah.

Pantai Tambak Rejo sungguh menawan. Hamparan pasir putihnya terasa lembut, membingkai birunya laut. Pantainya bersih, air lautnya jernih dengan alunan ombak yang tidak terlalu besar. Hembusan angin pantai terasa segar, bertiup semilir, membuat pesona pantai semakin terasa indah.

MENIKMATI IKAN BAKAR DI TEPI PANTAI

Saat Adin, Naufal dan para oom-nya riang gembira berenang di pantai, kami gotong royong menyiapkan makan siang. Bekal nasi putih sudah kami bawa dari rumah, tinggal lauknya saja.

Di depan pantai tampak berjejer warung-warung kecil yang menjual ikan bakar. Dari jauh terlihat kepulan asap putih dari tempat pembakaran ikan. Ikan-ikan tongkol, salem dan tuna dijepit pakai kayu lantas dibakar. Wah, aromanya sungguh sedaappp..!!!
Adik Lina memborong ikan-ikan bakar buat lauk makan siang.

Saat kami kembali, Ibunda dan dik Yayuk sudah menyiapkan pembakaran ikan. Yap.. kami harus membakar lagi ikan-ikan yang telah kami beli agar tambah matang. Tak lupa kami menambahkan kecap dan bumbu agar ikan bakar terasa semakin lezat. Wah.. menu makan siang yang sangat nikmat.

Cukup lama juga Adin, Naufal dan Anton bermain-main di pantai. Berenang, bercanda dan berlarian mengejar ombak. Saat mereka tampak kelelahan dengan badan kemerahan kena sengatan sang mentari, mas Fadjar segera memanggil untuk istirahat.

Di atas tikar, kami istirahat dan rame-rame santap siang. Menikmati ikan bakar yang gurih dan sedap. Rasa lelah dan suasana pantai yang indah membuat santap siang kami terasa sangat nikmat dan sangat lezat…!!!

EKSPEDISI MENCARI PANTAI RAHASIA

Saat rame-rame makan siang, Dik Udin mengusulkan untuk melihat pantai yang tersembunyi di balik bukit.
“Wah, pantai rahasia…?!” Kami sangat antusias mendengarnya. Usul yang sangat menarik dan menantang.

Untuk menuju pantai yang tersembunyi, kami harus menaiki bukit yang terletak di sebelah tebing karang. Dengan semangat yang menggebu, kami rame-rame naik ke bukit yang cukup terjal.
(Ananda Hanif tidak ikut, tetap tinggal di pantai Tambak Rejo, dimomong sama Ibunda).

Beriringan kami mengikuti jalan setapak mendaki bukit. Wah, cape juga rasanya, kaki terasa berat melangkah ke depan. Tak lama kemudian kami sampai di bagian bukit yang berupa tanah datar.

Kami istirahat sejenak, melepas lelah. Dari sini pemandangan alam tersaji sangat indah. Hamparan lautan biru yang membentang hingga di batas kaki langit. Warna langit juga terlihat biru muda disaput awan tipis. Gulungan ombak saling kejar-mengejar menghantam tebing karang. Subhanallah, indah sekali.

Kami tak boleh lengah mengagumi indahnya alam, karena tanah datar di atas bukit ini berada di tepi jurang dengan lautan sebagai dasarnya.

Kami harus berjalan lagi mendaki bukit yang satunya. Pantai rahasia, dimanakah gerangan..???

Adin dan Naufal terlihat semangat sekali untuk menemukan pantai rahasia. Kaki-kaki kecilnya begitu ringan mendaki bukit. Para oom-nya tampak kerepotan mengimbangi kelincahan langkahnya. Sedangkan aku, seperti biasanya.. jalan santai sambil menikmati pemandangan yang indah.

Sampai di puncak bukit, kedua bocah kecil itu berteriak dengan lantang : “Ooooommmmm, pantainya ketemu….!!!!”

Tanpa menunggu lagi, Adin dan Naufal berlari melesat, menuruni bukit menuju pantai. Disusul para oom-nya dengan nafas yang tersengal, menuruni bukit dengan gembira. Pantai rahasia telah ditemukan…!!!!

Pantai yang indah. Jauh lebih indah dibanding pantai Tambak Rejo. Pasirnya putih, bersih dan halus. Ombaknya garang, deburannya saat menghantam pantai sungguh menggetarkan hati.
Pantai ini terlihat sepi dan tersembunyi. Kecantikannya bagai disembunyikan oleh dua bukit yang membentenginya.

Kami memandang keindahan pantai dengan penuh kekaguman. Sangat indah, sebanding dengan perjalanan yang sulit untuk menemukannya. Hanya tampak beberapa wisatawan yang mengunjungi pantai ini.

Tanpa membuang waktu, Adin, Naufal dan para oom-nya segera berlari menyongsong datangnya ombak. Tawa riang mereka makin menjadi di tengah suara deburan ombak yang berdentam. Aku menyaksikan keceriaan mereka di atas pasir putih sehalus beludru. Pantai yang indah, mempesona, alami dan tersembunyi. Kami bagaikan berada di pantai antah berantah.

Setelah puas bermain-main di pantai yang tersembunyi, kami segera kembali ke pantai Tambak Rejo. Mendaki bukit, melangkah dengan gontai, menuruni bukit dan kembali ke peradaban pantai Tambak Rejo.

Menjelang senja kami bersiap untuk pulang, meninggalkan keindahan pantai Tambak Rejo. Badan terasa lelah, namun kami merasa sangat senang dan bahagia. Liburan keluarga yang ceria dan mengesankan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s